Indonesia Perlu “PR”

Jakarta, Kompas – Sudah saatnya Indonesia, memiliki sistem public relation (PR) yang kuat, andal, mempunyai akses ke dunia internasional, dan didukung oleh seluruh komponen bangsa, khususnya media massa di Indonesia.

Pendapat itu diungkapkan mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk Belanda Abdul Irsan (63) di Jakarta, Rabu (5/3), ketika meluncurkan buku karyanya, “Hubungan Indonesia-Belanda: Antara Benci dan Rindu”. Pada kesempatan itu, ia sekaligus berpamitan kepada seluruh kerabat dekatnya. Kamis malam ini, ia bertolak ke Jepang untuk menunaikan tugas barunya sebagai Dubes RI untuk Jepang.

Pernyataan perlunya “PR” itu ia ungkapkan, berdasarkan pengalamannya sebagai Dubes RI di Belanda. Lelaki kelahiran Sampang, Madura, 14 Oktober 1946, itu melihat, ada semacam “ketimpangan” informasi dalam sejarah Indonesia. Ia agak prihatin ketika menghadapi kenyataan lebih banyak sejarah Indonesia yang merupakan versi atau setidaknya dikeluarkan dari pihak Belanda. Ia tak banyak menemukan paparan sejarah Indonesia yang benar-benar berasal dan menggunakan kacamata Indonesia.

“Masalah pokoknya, Belanda memiliki kemampuan lebih besar dari Indonesia dalam mempengaruhi opini dunia, karena kemampuan teknologi komunikasi dan kenyataan Belanda sebagai bagian dari “dunia Barat” yang lebih banyak memiliki akses ke dunia internasional,” jelasnya.

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0303/06/ln/167140.htm

Google, 04.11.2007 15:38:48

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: