Bagaimana Menghadapi Wartawan “Bodrex” ?

Banyak para Corporate Secretary atau pun para Public Relations Officer (PRO)kebingungan menghadapi wartawan “bodrex”. Penyebabnya, apalagi kalau bukan soal uang. Wartawan “bodrex” biasanya terang-terangan meminta “amplop” kepada manajemen dengan dalih sebagai biaya transport atau biaya peliputan.

 

Wajarkah ? Tentu saja tidak. Masalahnya, bagi para pejabat Corporate Secretary maupun PRO ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, terkadang dicap salah oleh manajemen kalau tidak bisa mengendalikan wartawan “bodrex”. Memang wartawan “bodrex” ini memiliki strategi untuk mengganggu manajemen agar mereka mengeluarkan dana untuk mereka. Namun disisi lain, Corporate Secretary atau PRO yang terkadang sudah tahu kelakuan “bodrex” tidak berdaya dan apa boleh buat mereka pun terpaksa mengeluarkan dana diluar budget ini.

 

Wartawan “bodrex” biasanya berkeliaran di acara-acara yang diselenggarakan di hotel-hotel. Namun ranking tertinggi yang biasanya menjadi sasaran mereka adalah acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau RUPSLB (Luar Biasa) yang dilakukan oleh perusahaan publik – perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya di bursa efek. Mereka mengetahui informasi waktu dan tempat penyelenggaraan rapat umum tersebut dari membaca di media bisnis – yang memang merupakan kewajiban bagi perusahaan publik.

 

Sebelum membahas bagaimana menghadapi wartawan “bodrex”, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu, jenis-jenis wartawan. Pertama, wartawan anti amplop. Wartawan anti amplop ini biasanya adalah wartawan betulan dan dari media massa yang terpandang. Meskipun diberikan amplop biasanya mereka akan menolak dan amplopnya dikembalikan. Kedua, wartawan amplop. Wartawan ini adalah wartawan betulan, dia memang berasal dari media yang terbit teratur namun doyan amplop. Artinya, kalau diberikan amplop ya terima kasih, kalau tidak pun ya tidak apa-apa.

 

Ketiga, wartawan “bodrex”. Nah, yang ini bisa wartawan betulan bisa juga bukan wartawan karena tujuan mereka adalah untuk memperoleh amplop, bagaimana pun caranya – bahkan caranya, mirip-mirip preman. Mungkin saja wartawan “bodrex” ini adalah wartawan betulan, yaitu wartawan yang punya media, namun medianya tidak relevan dengan informasi yang akan diberikan oleh Cosporate Secretary atau PRO, karena medianya, misalnya media komunitas atau media khusus. Yang lebih parah lagi, wartawan “bodrex” ada juga wartawan yang tanpa suratkabar (WTS).

 

Bagaimana pun juga wartawan “bodrex” adalah manusia biasa, yang selayaknya kita perlakukan sebagaimana layaknya wartawan yang memerlukan informasi. Soal kemudian wartawan “bodrex” meminta “lebih” bukanlah kewajiban bagi Corporate Secretary untuk memenuhinya. Yang jelas, meminta uang secara paksa, pasti bukanlah pekerjaan wartawan. Mereka pastilah wartawan “bodrex” atau bahkan bisa jadi bukan wartawan. suksespr.blogspot.com/2006/05/ bagaimana-menghadapi-wartawan-bodrex.html

Google, 01.11.2007 21:41:11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: